Sikap dalam Bekerja
SIKAP
DALAM BEKERJA
Pekerjaan
merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia dewasa yang
sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. orang akan merasa sangat susah
dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai
menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan
frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan.
Pekerjaan memiliki peran yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan hidup
manusia, terutama kebutuhan ekonomis, sosial, dan psikologis.
Secara ekonomis orang yang bekerja akan
memperoleh penghasilan/uang yang bisa digunakan untuk membeli barang dan jasa
guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Secara sosial orang yang memiliki
pekerjaan akan lebih dihargai, dan lebih terhormat di masyarakat daripada orang
yang menganggur/tidak bekerja. Lebih jauh lagi orang yang memiliki pekerjaan
secara psikologis akan meningkatkan harga diri dan kompetensi diri, sehingga
dapat menjadi wahana untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki.
Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. Kata pekerjaan menunjuk pada
setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, sedangkan kata karier lebih
menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai
panggilan hidup. Maka dari itu pemilihan karier lebih memerlukan persiapan dan
perencanaan yang matang dari pada kalau sekedar mendapat pekerjaan yang
sifatnya sementara waktu.
Mengingat betapa pentingnya masalah karier dalam kehidupan manusia, maka sejak
dini anak perlu dipersiapkan dan dibantu untuk merencanakan hari depan yang
lebih cerah, dengan cara memberikan pendidikan dan bimbingan karier yang
berkelanjutan.
Tahap-tahap Perkembangan Karier
Menurut Ginzberg, Ginsburg, Axelrad, dan Herma (1951) perkembangan karier
dibagi menjadi 3 (tiga) tahap pokok, yaitu:
- Tahap Fantasi : 0 – 11 tahun (masa Sekolah Dasar)
- Tahap Tentatif : 12 – 18 tahun (masa Sekolah Menengah)
- Tahap Realistis : 19 – 25 tahun (masa Perguruan Tinggi)
Pada tahap fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau
sudah besar, misalnya ingin menjadi dokter, ingin menjadi petani, pilot
pesawat, guru, tentara, dll. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain
dokter-dokteran, bermain jadi guru, bermain jadi polisi, dll) sesuai dengan
peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. Jabatan atau pekerjaan yang
mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh
lingkungan, misalnya dari TV, video, majalah, atau tontonan maupun tokoh-tokoh
yang pernah melintas dalam kehidupan mereka. Maka tidak mengherankan jika
pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan
rasional maupun moral. Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang dirasa
menarik saat itu. Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas atau
pun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan
pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua atau pun pendidik. Dalam tahap ini
anak belum mampu memilih jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif,
karena mereka belum mengetahui bakat, minat, dan potensi mereka yang
sebenarnya. Mereka sekedar berfantasi saja secara bebas, yang sifatnya sama
sekali tidak mengikat.
Pada perkembangan anak usia SMP (12-16 tahun), perkembangan karier berada pada
tahap Tentatif, yang perkembangannya dibagi menjadi 4 (empat) sub tahap, yakni:
(1) sub tahap Minat (Interest);
(2) sub tahap
Kapasitas (Capacity);
(3) sub tahap
Nilai (Values) dan
(4) sub tahap
Transisi (Transition).
Pada tahap
tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang
berbeda satu sama lain. Ada yang lebih berminat di bidang seni, sedangkan yang
lain lebih berminat di bidang olah raga. Demikian juga mereka mulai sadar bahwa
kemampuan mereka juga berbeda satu sama lain. Ada yang lebih mampu dalam bidang
matematika, sedang yang lain dalam bidang bahasa, atau lain lagi bidang olah
raga.
Pada sub tahap minat (11-12 tahun) anak cenderung malakukan pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan hanya yang sesuai dengan minat dan kesukaan mereka saja.
Pada sub tahap minat (11-12 tahun) anak cenderung malakukan pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan hanya yang sesuai dengan minat dan kesukaan mereka saja.
Sub tahap
kapasitas/kemampuan (13-14 tahun) anak mulai melakukan pekerjaan/kegiatan
didasarkan pada kemampuan masing-masing, di samping minat dan kesukaannya.
Selanjutnya pada
sub tahap nilai (15-16 tahun) anak sudah bisa membedakan mana kegiatan/pekerjaan
yang dihargai oleh masyarakat, dan mana yang kurang dihargai; sedangkan pada
sub tahap transisi (17-18 tahun) anak sudah mampu memikirkan atau
"merencanakan" karier mereka berdasarkan minat, kamampuan dan
nilai-nilai yang ingin diperjuangkan.
Nilai yang perlu dikembangkan dalam bekerja
Terdapat beberapa nilai yang perlu dikembangkan dalam bekerja , adalah:
1.
Jujur
Makna jujur, merupakan sebuah karakter atau nilai yang dapat membawa bangsa
menjadi bangsa yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jujur dalam
kamus Bahasa Indonesia dimaknai dengan lurus hati, tidak curang. Dalam
pandangan umum, jujur sering dimaknai adanya kesamaan antara realita dengan
ucapan. Ciri orang-orang jujur adalah:
a.
Jika bertekad untuk
melakukan sesuatu, tekadnya adalah kebenaran dan kemaslahatan.
b. Jika berkata tidak berbohong (benar, apa adanya).
c.
Jika ada kesamaan
antara yang dikatakan hatinya, dengan apa yang dilakukan.
Seseorang yang memiliki karakter jujur akan diminati orang lain, baik dalam
persahabatan, bisnis, mitra kerja, dsb. Jujur merupakan salah satu karakter
pokok untuk menjadikan seseorang cinta kebenaran, apapun resiko yang akan
diterima dirinya dengan kebenaran yang dilakukan.
2.
Kerja keras.
Kerja keras adalah suatu upaya yang terus dilakukan (tidak pernah menyerah)
dalam menyelesaikan pekerjaan/ yang menjadi tugasnya sampai tuntas. Kerja keras
bukan berarti bekerja sampai tuntas lalu berhenti, tetapi mengarah pada visi
besar yang harus dicapai untuk kebaikan/kemaslahatan manusia dan lingkungannya.
3.
Ikhlas
Dalam kamus Bahasa Indonesia, ikhlas memiliki arti tulus hati; (dengan)
hati yang bersih dan jujur. Sedangkan ikhlas menurut Islam adalah setiap
kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan ridho Allah
SWT.
Ciri-ciri orang ikhlas adalah:
a.
Terjaga dari segala
sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.
b. Senantiasa beramal di jalan Allah SWT, baik dalam keadaan
sendiri atau bersama orang lain, bukan beramal bila dipuji dan semakin
berkurang bila dicela.
c. Selalu menerima apa adanya, dan selalu bersyukur atas
nikmat yang diberikan Allah SWT.
d.
Mudah memaafkan
kesalahan orang lain.

Komentar
Posting Komentar