Meraih Cita - cita
MERAIH CITA-CITA
Cita-cita, itulah sepenggal kata yang sering dipertanyakan kepada
anak-anak, semua orang tua pasti pernah menanyakan kata itu kepada
anak-anaknya. Banyak yang belum mengerti apa yang dimaksud dengan cita-cita,
tapi pada usia anak-anak kalau ditanya tentang cita-cita, pasti menjawab dengan
lugu dan tanpa mengerti apa yang disampaikan. Cita-citaku akan menjadi polisi,
menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi astronot, menjadi Presiden dsb.
Berkaitan dengan masalah cita-cita yang dipertanyakan orangtua kepada
anak-anaknya, dengan mendengar jawaban yang keluar dari mulut polos anak-anak,
orangtuapun akan senang dan berkata mudah-mudahan cita-citamu akan tercapai dan
biar bisa menjadi seorang polisi, dokter, pilot atau presiden, kamu harus
belajar dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan berdoa.
Itulah sedikit penggalan tentang cita-cita yang pernah dan selalu
ditanyakan orang tua kepada anak-anaknya pada waktu masih kecil. Bagaimanakah
jawaban-jawaban polos yang keluar dari mulut anak-anak itu, akankah ada jawaban
yang sama ketika pertanyaan tentang cita-cita disampaikan waktu anak sudah besar nanti? kadang juga tidak
semua jawaban polos itu keluar dengan sendirinya, dan sebagian memang ada
anak-anak yang ketika ditanyakan tentang cita-citanya, dia menjelaskan secara
jelas apa cita-citanya. Dan ketika ia sudah besar, ia benar-benar serius untuk
menggapai cita-citanya itu sampai bisa mewujudkan, dan ia membuktikan kepada
orang tuanya bahwa apa yang ia ucapkan ketika ia kecil memang terbukti ia
menjadi seorang yang sesuai dengan cita-citanya, tapi banyak juga cita-cita
yang ia sebutkan hanyalah kepolosan belaka yang ia sebutkan ketika ia kecil
tanpa mengerti apa yang ia sebutkan, dan banyak juga cita-cita yang terwujud
tidak sesuai dengan apa yang ia cita-cita sewaktu kecil dulu, atau dalam arti
kata ia membelot dari apa yang diucapkan ketika kecil dulu, dan tentunya itu
semua dikarenakan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi, diantaranya karena
semakin matangnya tingkat berfikir, semakin memahami terhadap potensinya, dan
semakin mengerti dengan yang diucapkan dengan berbagai macam pengalaman yang
dia laluinya. Anak bercita-cita untuk menjadi polisi, mungkin karena dulu yang
ada didalam pikirannya seorang polisi itu gagah, berani, kemana-mana membawa
pistol dan seorang polisi pasti galak ditakuti oleh siapapun, sehingga ia
sangat bercita-cita untuk menjadi seorang polisi.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa semua anak berhak
menyebutkan apa cita-citanya terserah, semua sah dan berhak dimiliki. Seperti
kata pepatah raihlah cita-cita setinggi lagit, artinya kita boleh menginginkan
cita-cita yang besar. Perlu
digarisbawahi bahwa, semua cita-cita yang kita inginkan adalah merupakan
harapan yang harus digapai dan diraih dengan belajar dan kerja keras. Perasaan
bangga dan senang akan kita rasakan, apabila yang kita impikan tercapai, tetapi
apabila semua cita-cita kita tidak tergapai setelah kita melakukan usaha dan
disertai berdoa maka kita harus bisa mengendalikan diri, agar segala yang telah
kita lakukan bermanfaat dan pasti dibalik kegagalan terselip sebuah hikmah yang
sangat besar yang bisa kita ambil, paling tidak sebagai pengalaman.Jangan takut
gagal dan pessimis terhadap masa depan, isilah diri anda dengan energy positif
yang bisa menyemangati diri untuk mencapai cita-cita. Semua orang/individu memiliki
potensi dan kelebihan yang perlu dikembangkan dan diwujudkan.

Komentar
Posting Komentar